Sebelum Membetulkan SPT di Coretax, Periksa Pembayaran dan Kompensasi Pajak Anda

Kesalahan transaksi sudah ditemukan dan angka koreksi sudah dihitung. Namun, satu informasi masih belum jelas: apakah saldo lebih bayar sebelumnya telah dipakai pada masa berikutnya? Pertanyaan ini perlu diselesaikan sebelum pembetulan dikirim, karena satu koreksi dapat memengaruhi saldo yang berkaitan.

Pemeriksaan pembayaran dan kompensasi bertujuan membuat hasil pembetulan dapat dijelaskan. Tim pajak memerlukan hubungan yang utuh antara laporan awal, perubahan transaksi, pembayaran, serta penggunaan lebih bayar. Angka pada satu layar sebaiknya dibaca bersama riwayat tersebut.

Pisahkan pemeriksaan menurut jenis SPT

Untuk pembetulan SPT Tahunan PPh, Pasal 80A yang disisipkan melalui PER-12/PJ/2026 mengatur penghitungan dengan memperhatikan pembayaran PPh Pasal 29 dan pengembalian tertentu sesuai ketentuannya. PPN mempunyai mekanisme kompensasi tersendiri. Karena itu, satu lembar kerja umum belum tentu cukup untuk semua jenis SPT. [5]

Mulailah dengan mencocokkan masa atau tahun, jenis pajak, dan bukti pembayaran. Periksa apakah setoran telah digunakan pada laporan yang dimaksud. Jika ada perbedaan, telusuri penyebabnya terlebih dahulu; melakukan pembayaran baru tanpa memahami setoran lama dapat mengaburkan rekonsiliasi.

Kenali arah penyesuaian saldo PPN

Pasal 29C PER-11/PJ/2025 sebagaimana disisipkan melalui PER-12/PJ/2026 mengatur penyesuaian saldo kompensasi lebih bayar PPN akibat pembetulan. Nilai positif atau negatif diperhitungkan pada SPT normal pertama yang belum disampaikan setelah masa yang dibetulkan, dengan ketentuan khusus untuk kondisi tertentu. [5]

Sebagai ilustrasi hipotetis, lebih bayar suatu masa semula Rp70 juta lalu dikoreksi menjadi Rp45 juta. Selisih Rp25 juta harus ditelusuri terhadap saldo kompensasi dan pemakaiannya. Ilustrasi ini menunjukkan kebutuhan pemeriksaan; tanggal serta tempat pengisian akhirnya mengikuti mekanisme yang berlaku pada kasus tersebut.

Buat jejak saldo yang mudah diperiksa

Gunakan daftar per masa yang memuat saldo awal, penambahan, pemakaian, koreksi, dan saldo akhir. Hubungkan setiap perubahan dengan SPT atau dokumen yang mendasarinya. Daftar tersebut membantu melihat apakah satu nilai sudah diperhitungkan atau masih tersisa.

Minta bagian akuntansi mencocokkan hasilnya dengan akun pajak. Jika terdapat selisih, dokumentasikan penjelasannya sebelum laporan dikirim. Perbedaan antara pencatatan komersial dan administrasi pajak perlu dapat diterangkan, sehingga tim berikutnya tidak mengulang pemeriksaan dari awal.

Sebelum memberikan persetujuan, manajemen dapat meminta ringkasan satu halaman berisi penyebab koreksi, pengaruh pada saldo, dan tindakan berikutnya. Ringkasan tidak menggantikan dokumen pendukung, tetapi membantu pemberi persetujuan memahami keputusan yang diambil dan memastikan bagian kas menggunakan angka hasil pemeriksaan yang sama.

Pendampingan konsultan pajak dapat membantu merekonsiliasi saldo dan menentukan tindak lanjut pembetulan. Bawalah SPT, bukti setoran, serta daftar kompensasi secara bersamaan. Dengan informasi tersebut, perusahaan lebih mudah menilai hasil penghitungan dan memperkirakan pengaruhnya terhadap pembayaran berikutnya.

Rujukan

[5] PER-11/PJ/2025 sebagaimana diubah dengan PER-12/PJ/2026, Pasal 29C dan Pasal 80A. Naskah regulasi dan penjelasan resmi DJP mengenai skema replace. • Sumber • Naskah PER-12/PJ/2026

Konsultasi via WhatsApp